AMBON - Friday, 18 Apr 2014

  • Search
    • Selamat Datang

      Situs ini dibuat untuk saling melengkapi informasi tentang Maluku di internet.

      Harapan kami semoga mendapat apresiasi dan tanggapan balik demi melengkapi content yang telah ada.

      MEna...


  • Contact
    • Contact Us






    • Contact Info

      RUMAHTIGA - AMBON
      MALUKU - INDONESIA

      info@malukueyes.com

      0911-3884012

You are here: In Depth Figures Hj. Melani Leimena Suharli - Wakil Ketua MPR-RI

Hj. Melani Leimena Suharli - Wakil Ketua MPR-RI

Ada perasaan haru sekaligus miris di hati Melani Leimena saat mendengar pidato Barrack Obama di Kampus Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu. Haru lantaran Presiden Amerika Serikat itu memuji pluralisme di Indonesia, tapi sekaligus miris karena justru keberagaman itu mulai luntur. “Masak Barack Obama lebih paham Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan pluralisme dibandingkan dengan orang Indonesia. Nilai-nilai ini harus kembali dikembangkan. Generasi penerus harus mengenal nilai-nilai bangsanya sendiri.

Saya sedih kalau ada generasi muda yang tak hafal Pancasila,” ujar perempuan yang kini menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini. Rasa nasionalisme Melani merasa terusik, bukan lantaran dia anak pahlawan Johannes Leimena atau karena dia wakil rakyat. “Sebagai anak bangsa, kita semua harus merevitalisasi dan mereaktualisasi sila-sila Pancasila dalam berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dan itu bukan sekadar retorika. Perempuan yang mengenakan kerudung ini sekarang sedang sibuk menyosialisasikan empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, empat nilai ini sekarang sudah memudar. Rakyat Indonesia mulai meninggalkan nilainilai leluhur bangsanya. Dalam program ini, Melani mengajak dan menghimbau kepada semua elemen masyarakat agar ikut menyosialisasikan dan mengimplementasikan empat pilar bangsa ini, termasuk anggota dewan.

Setiap kunjungan ke daerah, mereka harus ikut menyosialosasikannya. Terdengar klise memang, tapi tidak bagi Melani. Jika keempat pilar itu terus dijaga, katanya, akan mampu menyangga bangsa ini dalam persaingan di antara bangsabangsa lainnya. Begitulah Melani. Jika punya keinginan dan dirasanya baik bagi orang banyak, dia akan berbuat semampunya. Begitu juga ketika dia memutuskan untuk terjun di kancah politik.

Padahal, sebelumnya dia buta tentang hal ini. Kagum SBY Dunianya hanyalah dunia bisnis. Maklum dia seorang pengusaha tulen. Walau pun aktif di beberapa organisasi seperti Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwapi) atau Kamar Dagang dan Industri (Kadin), umumnya tak berkaitan dengan dunia politik. Sampai akhirnya dia berkenalan dengan Partai Demokrat sekitar tahun 2001. Itu pun tidak sengaja.

Menurut Melani, kala itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan anggota partainya kerap memanfaatkan jasa perusahaan travel miliknya untuk berbagai kegiatannya, termasuk berangkat umrah ke Tanah Suci. Semenjak itu, hubungannya dengan SBY semakin dekat. ‘’SBY sosok yang santun dan bisa menjadi panutan bagi bangsa dan negara. Politik soft power SBY sangat bagus. Meski berasal dari militer ia tidak meledak-meledak,’’ ucapnya.

Meski mengagumi SBY, tidak sertamerta membuat Melani langsung bergabung ke Demokrat. Ia mulai menjadi kader partai itu sekitar tahun 2005. Itu pun setelah diajak rekannya. Empat tahun kemudian di pemilu 2009, Melani nekat mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dengan daerah pemilihan DKI Jakarta II, yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri. “Teman-teman saya berkata, untuk apa ikut politik kalau tidak terlibat langsung dalam percaturan politik.

Ya sudah, saya coba daftar dan ikut berkompetisi,” terangnya. Pentingnya Konstituen Tak disangka, langkah itu mengantar istri Muhammad Suharli ini sebagai Wakil Rakyat di Senayan. Menurut Melani, beberapa hari setelah terpilih jadi anggota dewan, ia ditelepon SBY yang memintanya untuk menjadi Wakil Ketua MRP. “Sebagai kader saya harus siap menerima tugas itu, dan menjalankannya dengan benar karena itu adalah amanah,” cerita perempuan kelahiran Jakarta, 27 Januari 1951 ini.

Jadilah politisi Partai Demokrat ini, menjadi satu-satunya Srikandi di antara empat pimpinan MPR lainnya. Menurut Melani menjadi anggota dewan merupakan salah satu upaya memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Bukan semata-mata karier politik. Sebagai wakil rakyat, ia juga berusaha memberi teladan pada teman-temannya seprofesi yang belakangan banyak mendapat sorotan karena kasus studi banding ke luar negeri. “Pada dasarnya saya setuju dengan studi banding.

Tujuannya untuk kesempurnaan sebuah undangundang. Cuma momennya saja yang kurang pas. Di tengah kondisi negara seperti ini sebaiknya memang studi banding tersebut ditunda dulu,” tuturnya. Melani bertekad mengemban amanah yang dibebankan konstituen kepadanya. Ia sadar keberadaan konstituen amatlah penting. Tanpa mereka, dia tidak bisa seperti sekarang ini. Walau berasal dari partai penguasa, dalam menjalankan tugasnya Melani berupaya profesional dan tetap menjalankan fungsi kontrol.

Menurutnya, dalam memberikan kritikan dan masuk pada pemerintah harus adil. Tidak semua kebijakan yang dibuat pemerintah jelek. “Walau masih ada kekurangan seperti penangan korupsi. Bila dibandingkan dengan masa lalu jauh lebih bagus sekarang,” tambah politisi berdarah Ambon-Sunda ini.

 

Putri Johannes Leimena

Hj. Melani Leimena Suharli, anak bungsu dari Dr. Johannes Leimena mengatakan, hal yang berkesan dari ayahnya adalah sifat pluralismenya, termasuk soal agama. Ibu Melani satu-satunya yang memeluk agama Islam, sedangkan tujuh saudara lainnya memeluk agama Kristen. ” Ayah saya sangat pluralis dan tidak membedakan orang, agama dan ras ” .

Saat Melani masih berada di tingkat tiga sekitar tahun 1974, Melani memutuskan untuk menikah dengan Suharli. Keputusan ini mengejutkan keluarga Melani. Karena yang pertama dia masih dalam bangku kuliah, selain itu Suharli adalah seorang Muslim. Namun melalui diskusi yang panjang dengan keluarga, pernikahan berhasil dilangsungkan, dan Melani memutuskan untuk mengikuti agama suami.

“Saat itu memang keluarga keberatan, tapi mereka akhirnya menyetujui. Karena bagi saya keyakinan itu masalah pilihan. Saya merasa cocok di Islam. Banyak keluarga saya juga nikah beda agama. Yang penting kita tetap berbuat baik, dan sayang sama keluarga,” ungkapnya. Melani tetap menjalin hubungan baik dengan keluarganya. Setiap kali lebaran keluarganya datang silaturahmi di rumah Melani. Begitu juga perayaan Natal, Melani dan keluarganya pergi bersilaturahmi ke keluarganya yang beragama Kristen. Mereka membangun toleransi di antara keluarga. Saling menyayangi dan memberi.

Pelajaran Politik yang sangat diingat adalah prinsipnya, “Menurut dia (Dr. Johannes Leimena), politik itu bukan alat kekuasaan, tapi politik itu untuk melayani”, kata Wakil Ketua MPR RI Ibu Hj. Melani Leimena Suharli.

 

 


 

 

BIODATA

Nama Lengkap:
Hj. Melani Leimena Suharli
Tempat, Tanggal Lahir:
Jakarta, 27 Januari 1951
Agama:
Islam
Jenis Kelamin:
Perempuan
Alamat Rumah:
Jl. Gedung Pinang SM 9, Pondok Indah
Alamat Kantor:
Jl. Pakubuwono VI/109 RT 11/02 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
E-Mail Address :
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ; This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Homepage :
www.al-amintours.com
Status Pekawinan:
Menikah
Nama Suami:
Drs. H. Muhammad Suharli
Jumlah Anak:
3 (tiga) orang
Nama Anak:
1. Kompol. H. Suhandana Cakrawijaya, SIK
2. H. Ali Muhammad, SE., AK
3. Hj. Lendra Kraton, S.Sos, M.I.Tech
Pendidikan:
1. STIE GANESHA
2. STIA YAPPAN
Riwayat Organisasi Profesi:
a. Ketua IWAPI DKI (1998-2002)
b. Sekjen DPP IWAPI (2002-2007)
c. Sekjen INKOWAPI / Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (2002-2004)
d. Ketua Komite Tetap Pariwisata KADIN DKI  (2003-2008)
e. Wakil Ketua Komite Timur Tengah KADIN Indonesia (2006-2008)
f. Anggota Dewan Pertimbangan KADIN DKI (2008-2013)
g.Wakil Ketua 1 Komtap Bidang Pendidikan dan Latihan Lingkungan Hidup KADIN INDONESIA (2009-2013)
h. Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga DPD ASITA DKI (2008-2012)
i.  Wakil Ketua Kompartemen Perhubungan HIPPI (2009-2010)
j. Wakil Bendahara AMPHURI (2007-2012)
k. Penasehat DEKOPIN / Dewan Koperasi Indonesia (2009-2014)
Riwayat Organisasi Politik :
a.Wakil Sekjen Pemberdayaan Perempuan Partai Demokrat (2006-2007)
b. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (2007-2010)
c. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (2010-2015)
Perjalanan Karier:
Komisaris PT Manasik Prima, Jakarta
Komisaris Utama PT. Al  Amin Universal, Jakarta
Direktur Utama PT. Lendra Keraton, Jakarta
Penghargaan :
1. Anugerah Citra Kartini Indonesia.
2. Bakti Koperasi dari Departemen Koperasi.
3. Wanita Pembangunan dari Kantor Menteri Urusan Peranan Wanita.
 Read: 4088 times

Comments  

 
0 #1 yvane 2013-01-13 15:22
;-) cukup terhibur
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Copyright © 2011 MALUKU EYES
by: SCRIPT DIGITAL

Secured by Siteground Web Hosting